Ketika Alya, mahasiswi arsitektur lanskap, menerima pekerjaan musiman sebagai penjaga kebun di sebuah puri tepi danau, ia menemukan fakta aneh: halaman yang membentang berhektar-hektar tetap beku meski kalender sudah berputar. Warga setempat berbisik bahwa puri itu menunggu musim semi yang tak pernah tiba karena janji lama yang dilupakan keluarga pendirinya. Di antara rumah kaca yang retak, orangerie yang kusam, dan lorong-lorong penuh potret, Alya mulai merawat tanah, berharap bisa menyalakan kembali siklus yang macet. Dibantu Nadir, juru kunci yang tertutup, dan Kirana, pembuat konten lokal yang penasaran, Alya membuka arsip surat dan peta kebun yang menyimpan rahasia pewaris terakhir. Setiap tunas yang muncul menyeret mereka ke kenangan, konflik warisan, dan pertanyaan tentang memaafkan atau melepaskan. Saat jam-jam cahaya makin panjang, puri menggeliat, namun pilihan mereka menentukan apakah musim semi datang sebagai kelegaan atau hanya menjadi ilusi baru. Ini kisah perawatan, pemulihan, dan keberanian mengubah pola yang membeku.